Berkembangnya teknologi yang semakin pesat di dunia, tidak lepas dari tangan dingin para profesional IT. Begitu pula di Indonesia. Banyaknya masyarakat yang menyadari akan kebutuhan teknologi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, membuat para Profesional IT di indonesia dibutuhkan cukup banyak. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya universitas atau institusi yang menyediakan jurusan IT di dalam pendidikannya, juga dengan banyaknya lulusan IT di indonesia di setiap tahunnya.
Sebenarnya apa dan siapakah profesional IT itu?
Profesional IT adalah orang – orang yang berkecimpung dalam bidang teknologi informasi, yang bertugas untuk mengembangkan teknologi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari. Contoh profesional IT misalnya adalah Programmer, Developer, System analyst, dan lain – lain.
Dalam dunia kerja, tentu keberadaan Profesional IT adalah hal yang sangat penting. Sekarang, hampir setiap perusahaan membutuhkan teknologi untuk menjalankan usahanya. Oleh karena itulah, profesional IT sangat dibutuhkan. Entah itu sebagai Developer, Programmer, ataupun pekerjaan lainnya yang menyangkut tentang IT.
Namun, pada kenyataannya keberadaan Profesional IT di Indonesia tidak begitu di hargai. Berbeda dengan negara – negara lain seperti Singapura, Malaysia, India, yang sangat menghargai para Profesional IT. Hal ini bisa dilihat dari upah atau gaji seorang IT di Indonesia, lebih kecil dari pada gaji seorang IT di negara lain.
Profesional di Indonesia yang dalam setahun mendapat total gaji rata-rata sebesar US$ 10.959 hanya setingkat lebih baik dari yangditerima kaum profesional di Filipina yang hanya memperoleh gaji sekitar US$ 10,899 per tahunnya. Sedangkan, Hongkong dan Singapura menempati urutan teratas.
Memang benar, bahwa penghasilan dari seorang profesional IT cukup ‘lumayan’. Namun jika di bandingkan dengan negara – negara di atas, ternyata perbandingannya jauh berbeda. Mengapa demikian?
Kebanyakan perusahaan memandang para Profesional IT dengan sebelah mata. Mereka hanya melihat bahwa pekerjaan seorang IT memiliki pekerjaan yang mudah, hanya dengan mengoperasikan, lalu memelihara suatu sistem jaringan atau aplikasi, sehingga mereka memberi upah para profesional IT dengan upah yang sangat minim.
Ironis memang, jika dibandingkan negara lain, Singapura misalnya. Mereka mampu membayar seorang profesional IT dengan harga berapapun, asal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki orang tersebut. Padahal Singapura adalah negara kecil, dan para pekerjanya pun terutama di bidang IT, bukan berasal dari negara mereka sendiri, melainkan negara lain, seperti India atau bahkan Indonesia. Tapi terbukti, dengan memiliki para profesional IT yang handal, maka mereka mampu membayarnya dengan harga yang mahal pula.
Hal inilah yang membuat negara singapura memiliki fasilitas – fasilitas dengan teknologi yang canggih untuk menjalankan negaranya, hampir setara dengan negara – negara seperti jepang dan korea.
Ironis bila melihat seorang pekerja IT memperoleh upah yang berbanding terbalik dengan kemampuan yang dimiliki. Namun inilah kenyataan yang terjadi di Indonesia. Membanjirnya tenaga ahli yang memiliki keterampilan dibidang IT, tidak adanya standarisasi dan klasifikasi keahlian IT serta pandangan masyarakat tentang IT bukan sebagai sebuah keahlian profesi namun lebih ke arah keterampilan personal merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya upah seorang pekerja IT.
Jika hal ini di biarkan, terutama oleh pemerintah Indonesia. Tidak menutup kemungkinan bahwa para Profesional IT yang handal akan pindah keluar negeri, dimana profesi sebagai seorang IT disana lebih di hargai daripada di Indonesia. Dan jika hal itu terjadi, tentu saja Indonesia akan kehilangan anak bangsa, Indonesia akan semakin terbelakang di bandingkan dengan Negara – negara lain.
Oleh karena itu, marilah dukung dan hargai para pekerja IT di indonesia. Demi membangun negara yang maju dan terus berkembang.
Saturday, July 31, 2010
Profesional IT di Indonesia kurang di hargai
Labels:
Profesional IT,
Technology,
Tugas Kommas
Wednesday, July 28, 2010
Kecurangan (Fraud) Microsoft dalam Pasar Perangkat Lunak
Kita sering mendengar maupun membaca artikel dan berita mengenai adanya
indikasi fraud atau kecurangan, penyimpangan pada suatu perusahaan atau instansi
pemerintah yang dilakukan oleh karyawan atau pegawainya. Sebenarnya apakah pengertian fraud itu?
Fraud biasa di kenal dengan kecurangan, yang memiliki arti secara umum merupakan suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh orang-orang dari dalam dan atau luar organisasi, dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan atau
kelompoknya yang secara langsung merugikan pihak lain.
Hal yang paling dekat dengan fraud adalah monopoli. Bagi orang – orang IT, kata monopoli otomatis tertuju pada perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia, yaitu Microsoft. Microsoft sudah berkali – kali mendapat tudingan bahwa ia telah melakukan monopoli terhadap pasar perangkat lunak dan sistem operasi. Dilihat dari program program besutannya memang terkenal di kalangan pengguna komputer.
Orang awam yang tidak begitu memahami dunia komputer, berpikir bahwa dengan adanya program atau sistem operasi dari Microsoft di perangkat komputer mereka, membuktikan bahwa komputer yang mereka miliki itu bagus. Hal ini dikarenakan kata ‘bagus’ itu sendiri telah melekat pada Microsoft selama bertahun – tahun.
Contohnya saja penjualan komputer jinjing atau laptop di indonesia yang mem-bundling Microsoft Windows ke dalam laptop / notebook yang dijual. Entah itu Microsoft Vista, atau sekarang hampir semua laptop keluaran baru memiliki bundlingan Microsoft Windows 7 di dalamnya.
Tentu saja hal ini sangat menarik, termasuk saya pribadi, yang kebetulan lebih memilih bundlingan Windows 7 di Notebook yang saya beli karena ‘produk asli’ yang di tawarkan dengan harga yang cukup relatif murah.
Pada saat itu saya belum mengerti, karena saya masih berpendapat “Ah, yang penting windows gw asli”. Namun setelah melihat perkembangan penjualan laptop di indonesia akhir – akhir ini, ternyata saya menyadari, bahwa hampir 60 % laptop atau notebook yang laris di beli, itu merupakan bundlingan dari Microsoft.
Hal ini membuat Microsoft mendapat tudingan karena telah memonopoli pasar perangkat komputer dan laptop di indonesia karena membundling sistem operasi microsoft ke dalam perangkat tersebut.
Selain itu, Microsoft juga pernah mendapat gugatan dari Komisi Uni Eropa, dan juga perusahaan web browser yang cukup terkenal, Mozilla Firefox karena telah membundling Internet Explorer, web browser yang dimiliki oleh Microsoft ke dalam Sistem Operasi Windows. Hal ini tentu saja merugikan pihak lain, seperti Mozilla, Opera, dan Google Chrome. Karena membatasi pilihan konsumen terhadap web browser yang dipilihnya.
Menurut data StatCounter, perusahaan riset dunia web, tiga versi IE mendominasi pasar Eropa hingga 46 persen dan 58 persen pasar dunia. Firefox ada di urutan kedua di Eropa dengan menguasai 39 persen pasar dan 31 persen untuk pasar global. Sedangkan di Opera, Chrome dan Safari, di Eropa masing-masing menguasai 6 persen pasar, 4 persen, dan 3 persen. Hal ini membuktikan bahwa Internet Explorer buatan Microsoft memang memonopoli pasar. Tentu saja ini membuat persaingan tidak sehat. Sehingga beberapa pihak yang dirugikan melayangkan komplain kepada Microsoft.
Setelah di proses, akhirnya Microsoft mencabut bundlingan Internet Explorernya dari Windows. Sesuai dengan gugatan yang di ajukan Komisi Uni Eropa, Microsoft tidak boleh menggunakan Internet Explorer saja di dalam Windows, namun harus menyediakan pilihan bagi pengguna dengan menambahkan Perambah browser lain, seperti Mozila, Opera dan Google Chrome.
Disini terlihat bahwa Microsoft telah sering melakukan Fraud atau kecurangan dengan memonopoli produk buatannya ke dalam pasar. Hal ini menguntungkan pihak dia sendiri, namun merugikan pihak lain. Dengan adanya Microsoft pula yang telanjur lebih dulu dikenal sudah terlanjur terbiasa digunakan oleh pengguna komputer di dunia termasuk di Indonesia.
Dari kebiasaan itulah, banyak orang tak sadar sebetulnya telah terjerat dalam monopoli Microsoft. Ia menyebabkan para pengguna komputer selalu tergantung dan jika hal ini di biarkan, Microsoft akan terus memonopoli perdagangan sehingga menutup kesempatan bagi perusahaan lain, pesaing Microsoft.
sumber : beritateknologi, tempointeraktif dan ditulis sendiri oleh penulis
Labels:
Fraud,
Microsoft,
Tugas Kommas
Sunday, July 25, 2010
About the Plan, and the Future
Mau kemana setelah menjadi sarjana IT?
Jawabannya : KOREA!!!
Lohh? Hehe..
Ya, jika saya di hadapi pertanyaan seperti itu tentu saja saya menjawab seperti jawaban tadi. Lulus kuliah, kerja, cari uang yang banyak, lalu pergi ke korea. Mungkin terkesan berlebihan atau terlalu “tinggi”, tapi saya memang ingin meneruskan studi S2 saya disana. Amiin. Namanya juga cita – cita, harus di gantung setinggi langit dong... :)
Namun pertanyaan disini adalah, rancangan masa depan saya, setelah lulus kuliah dengan membawa embel – embel S,Kom di belakang nama saya. Hehe.. (sekali lagi Amin). Mungkin sebelumnya kita flash back dulu, di saat saya baru saja memasuki bangku kuliah.
Saat itu langit cukup cerah, matahari bersinar terik. Saya dan teman saya duduk di bawah pohon sambil berbincang – bincang ditemani dua botol minuman dingin. Saat itu saya baru saja selesai daftar ulang di sebuah institusi di kawasan Depok sebagai mahasiswa baru. Beberapa lembar persyaratan tersimpan rapi di dalam sebuah map.
Setelah menyeruput minumannya, teman saya bertanya “Yakin mau masuk situ?” Dan dengan senyuman saya membalas, “Ya abis gimana, disuruhnya masuk sini”
Teman saya hanya bisa tersenyum lagi. “Ya udah, bagus kok ngambil IT, kerjanya gampang”. Saya mengangguk, dan pikiran saya pun terbawa dalam sebuah lamunan. 4 tahun kemudian, saya sudah lulus kuliah, kerja di sebuah perusahaan IT ternama, mendapatkan gaji yang lumayan menggiurkan.
Namun benarkah kenyataannya seperti itu? Bisa iya, bisa juga tidak. Setelah 3 tahun saya belajar dalam bidang IT, ternyata banyak hal yang tidak diketahui orang awam. Ternyata menjadi seorang IT yang sukses itu tidak mudah. Banyak orang hanya menilai, ‘kalo mau kerjanya gampang ya masuk IT’. Untuk itulah para remaja yang baru lulus Sekolah Menengah berbondong – bondong mengambil jurusan IT di kampusnya. Mungkin sebagian karena minat sendiri, sebagian karena dorongan orang tua. Seperti saya. Ya karena pendapat itu tadi, orang IT kerjanya gampang. Dan pada akhirnya banyak yang putus asa di tengah jalan karena tidak kuat, atau jenuh dengan semua pelajarannya.
Dari pengalaman saya, memang benar. Terutama saya, sebagai seorang perempuan. Memang jaman sekarang perempuan sudah banyak yang berkecimpung dalam dunia IT, namun jika dibandingkan, tetap saja seperti seorang IT pria, lebih terlihat sukses daripada si wanita. Beberapa teman saya banyak yang berhenti kuliah, dan memilih mengulang dari tahun pertama dengan jurusan yang berbeda. Bahkan tidak sedikit juga teman saya yang sudah lulus kuliah dengan background IT, malah bekerja di bagian yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan IT. “Pusing ah kerja jadi IT, udah cukup belajarnya pas kuliah aja” tutur mereka.
Jadi mengapa jurusan information of technology ini masih di minati orang banyak? Yak.. lagi,lagi dan lagi, karena tergiur perkataan “Gaji yang besar”. Padahal menurut saya, besarnya gaji ya sesuai dengan kemampuan dan talenta yang dimiliki orang tersebut. Dan sayangnya, di kenyataan, menjadi seorang IT yang handal itu cukup sulit, dan hanya segelintir orang – orang yang berhasil, seperti kita lihat, pada awal masuk kuliah dari berapa ratus orang. Mungkin hanya 45% nya saja yang benar – benar berhasil. 25% diantaranya biasa, Sisanya, yah berhenti di tengah jalan, atau memilih bekerja di bidang lain. (Data ini hanya pendapat saya saja)
Namun dari semua itu, bukan berarti saya menyesali apa yang telah saya lewati selama ini. Saya cukup bersyukur, karena saya diberi kesempatan untuk mengetahui ilmu – ilmu di bidang teknologi. Dan saya cukup menikmatinya. Teknologi terus berkembang, seperti halnya pola pikir manusia. Oleh karena itu jika teknologi itu tidak di explore oleh kita, orang – orang yang berkecimpung di dunia IT, maka akan terjadi Stuck, suatu keadaan dimana kita tidak dapat mengembangkan sesuatu lagi. Bagaimanapun, seiring kebutuhan manusia yang terus bertambah, teknologi akan selalu mengiringi.
Oleh karena itu, karena perjalanan yang saya tempuh hingga saat ini sudah cukup panjang, maka saya membulatkan tekad, bahwa saya harus menjadi seorang IT yang berhasil. Yang bisa membuat kedua orang tua saya tidak kecewa atas apa yang mereka perjuangkan untuk saya. Yang bisa menyumbang sesuatu untuk membangun negeri ini, dengan teknologi teknologi yang maju.
Bagaimanapun, keberhasilan dimulai dari tekad dan kegigihan. Jika kamu mau berusaha, kamu pasti bisa.
Regards,
Hanreena
*laaah? Bukan surat ya ini..?hehe
Jawabannya : KOREA!!!
Lohh? Hehe..
Ya, jika saya di hadapi pertanyaan seperti itu tentu saja saya menjawab seperti jawaban tadi. Lulus kuliah, kerja, cari uang yang banyak, lalu pergi ke korea. Mungkin terkesan berlebihan atau terlalu “tinggi”, tapi saya memang ingin meneruskan studi S2 saya disana. Amiin. Namanya juga cita – cita, harus di gantung setinggi langit dong... :)
Namun pertanyaan disini adalah, rancangan masa depan saya, setelah lulus kuliah dengan membawa embel – embel S,Kom di belakang nama saya. Hehe.. (sekali lagi Amin). Mungkin sebelumnya kita flash back dulu, di saat saya baru saja memasuki bangku kuliah.
Saat itu langit cukup cerah, matahari bersinar terik. Saya dan teman saya duduk di bawah pohon sambil berbincang – bincang ditemani dua botol minuman dingin. Saat itu saya baru saja selesai daftar ulang di sebuah institusi di kawasan Depok sebagai mahasiswa baru. Beberapa lembar persyaratan tersimpan rapi di dalam sebuah map.
Setelah menyeruput minumannya, teman saya bertanya “Yakin mau masuk situ?” Dan dengan senyuman saya membalas, “Ya abis gimana, disuruhnya masuk sini”
Teman saya hanya bisa tersenyum lagi. “Ya udah, bagus kok ngambil IT, kerjanya gampang”. Saya mengangguk, dan pikiran saya pun terbawa dalam sebuah lamunan. 4 tahun kemudian, saya sudah lulus kuliah, kerja di sebuah perusahaan IT ternama, mendapatkan gaji yang lumayan menggiurkan.
Namun benarkah kenyataannya seperti itu? Bisa iya, bisa juga tidak. Setelah 3 tahun saya belajar dalam bidang IT, ternyata banyak hal yang tidak diketahui orang awam. Ternyata menjadi seorang IT yang sukses itu tidak mudah. Banyak orang hanya menilai, ‘kalo mau kerjanya gampang ya masuk IT’. Untuk itulah para remaja yang baru lulus Sekolah Menengah berbondong – bondong mengambil jurusan IT di kampusnya. Mungkin sebagian karena minat sendiri, sebagian karena dorongan orang tua. Seperti saya. Ya karena pendapat itu tadi, orang IT kerjanya gampang. Dan pada akhirnya banyak yang putus asa di tengah jalan karena tidak kuat, atau jenuh dengan semua pelajarannya.
Dari pengalaman saya, memang benar. Terutama saya, sebagai seorang perempuan. Memang jaman sekarang perempuan sudah banyak yang berkecimpung dalam dunia IT, namun jika dibandingkan, tetap saja seperti seorang IT pria, lebih terlihat sukses daripada si wanita. Beberapa teman saya banyak yang berhenti kuliah, dan memilih mengulang dari tahun pertama dengan jurusan yang berbeda. Bahkan tidak sedikit juga teman saya yang sudah lulus kuliah dengan background IT, malah bekerja di bagian yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan IT. “Pusing ah kerja jadi IT, udah cukup belajarnya pas kuliah aja” tutur mereka.
Jadi mengapa jurusan information of technology ini masih di minati orang banyak? Yak.. lagi,lagi dan lagi, karena tergiur perkataan “Gaji yang besar”. Padahal menurut saya, besarnya gaji ya sesuai dengan kemampuan dan talenta yang dimiliki orang tersebut. Dan sayangnya, di kenyataan, menjadi seorang IT yang handal itu cukup sulit, dan hanya segelintir orang – orang yang berhasil, seperti kita lihat, pada awal masuk kuliah dari berapa ratus orang. Mungkin hanya 45% nya saja yang benar – benar berhasil. 25% diantaranya biasa, Sisanya, yah berhenti di tengah jalan, atau memilih bekerja di bidang lain. (Data ini hanya pendapat saya saja)
Namun dari semua itu, bukan berarti saya menyesali apa yang telah saya lewati selama ini. Saya cukup bersyukur, karena saya diberi kesempatan untuk mengetahui ilmu – ilmu di bidang teknologi. Dan saya cukup menikmatinya. Teknologi terus berkembang, seperti halnya pola pikir manusia. Oleh karena itu jika teknologi itu tidak di explore oleh kita, orang – orang yang berkecimpung di dunia IT, maka akan terjadi Stuck, suatu keadaan dimana kita tidak dapat mengembangkan sesuatu lagi. Bagaimanapun, seiring kebutuhan manusia yang terus bertambah, teknologi akan selalu mengiringi.
Oleh karena itu, karena perjalanan yang saya tempuh hingga saat ini sudah cukup panjang, maka saya membulatkan tekad, bahwa saya harus menjadi seorang IT yang berhasil. Yang bisa membuat kedua orang tua saya tidak kecewa atas apa yang mereka perjuangkan untuk saya. Yang bisa menyumbang sesuatu untuk membangun negeri ini, dengan teknologi teknologi yang maju.
Bagaimanapun, keberhasilan dimulai dari tekad dan kegigihan. Jika kamu mau berusaha, kamu pasti bisa.
Regards,
Hanreena
*laaah? Bukan surat ya ini..?hehe
Labels:
Future,
IT,
Tugas Kommas
Istilah - Istilah dalam Jaringan Komputer
Berhubung jurusan yang saya ambil adalah Networking, maka saya akan memberikan beberapa istilah dalam Jaringan Komputer.
Jaringan komputer adalah satu atau beberapa sistem yang terdiri atas komputer, Software dan perangkat jaringan lainnya. Yang saling terhubung dan bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Beberapa istilah dalam Jaringan Komputer :
1. Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil,seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.
2. Wide Area Network (WAN) adalah jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara.
3. Metropolitan area network (MAN) adalah Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.
4. Wi-Fi : Wi-Fi Wireless Fidelity adalah nama dagang resmi untuk IEEE 802.11b yang dibuat oleh Wireless Ethernet Compatibility Aliance (WECA). Istilah Wi-Fi menggantikan 802.11b seperti halnya istilah Ethernet menggantikan IEEE 802.3. Produk yang disertifikasi oleh WECA sebagai Wi-Fi dapat beroperasi bersama meskipun dibuat oleh perusahaan yang berbeda.
5. Network Interface Card (NIC) adalah adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. NIC biasa disebut dengan LAN card (Local Area Network Card).
6. Domain Name System (DNS) adalah sistem yang menerjemahkan domain Internet, seperti www.microsoft.com menjadi alamat Internet, yaitu serangkaian nomor yang terlihat seperti 101.232.12.5. Istilah DNS berhubungan dengan konvensi untuk penamaan host pada Internet dan cara penangan nama-nama tersebut.
7. Protocol : Bahasa atau prosedur hubungan yang digunakan oleh satu sistem komputer dengan sistem lainnya sehingga antara keduanya dapat saling berhububngan. Untuk dapat berkomunikasi. Kedua system harus menggunakan protokol yang sama. PPP (Point To Point Protocol) : Protokol TCP/IP yang memungkinkan hubungan antara host dengan jaringan dan antara router dengan router atau dapat pula digunakan untuk hubungan serial antara 2 system
8. Repeater : Suatu perangkat yang dipasang di titik-titik tertentu dalam jaringan untuk memperbarui sinyal-sinyal yang di transmisikan agar mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang semula, guna memperpanjang jarak yang dapat di tempuh. Ini di perlukan karena sinyal-sinyal mengalami perlemahan dan perubahan bentuk selama transmisi.
9. Router : Suatu perangkat yang berfungsi menghubungkan suatu LAN ke suatu internetworking/WAN dan mengelola penyaluran lalu-lintas data di dalamnya. Routing : Proses dari penentuan sebuah path yang di pakai untuk mengirim data ke tujuan tertentu.
10. Bridge : Bridge adalah peranti yang meneruskan lalu lintas antara segmen jaringan berdasar informasi pada lapisan data link. Segmen ini mempunyai alamat lapisan jaringan yang sama. Setiap jaringan seharusnya hanya mempunyai sebuah bridge utama.
Sumber : sejuta blog
Jaringan komputer adalah satu atau beberapa sistem yang terdiri atas komputer, Software dan perangkat jaringan lainnya. Yang saling terhubung dan bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Beberapa istilah dalam Jaringan Komputer :
1. Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil,seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.
2. Wide Area Network (WAN) adalah jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara.
3. Metropolitan area network (MAN) adalah Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.
4. Wi-Fi : Wi-Fi Wireless Fidelity adalah nama dagang resmi untuk IEEE 802.11b yang dibuat oleh Wireless Ethernet Compatibility Aliance (WECA). Istilah Wi-Fi menggantikan 802.11b seperti halnya istilah Ethernet menggantikan IEEE 802.3. Produk yang disertifikasi oleh WECA sebagai Wi-Fi dapat beroperasi bersama meskipun dibuat oleh perusahaan yang berbeda.
5. Network Interface Card (NIC) adalah adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. NIC biasa disebut dengan LAN card (Local Area Network Card).
6. Domain Name System (DNS) adalah sistem yang menerjemahkan domain Internet, seperti www.microsoft.com menjadi alamat Internet, yaitu serangkaian nomor yang terlihat seperti 101.232.12.5. Istilah DNS berhubungan dengan konvensi untuk penamaan host pada Internet dan cara penangan nama-nama tersebut.
7. Protocol : Bahasa atau prosedur hubungan yang digunakan oleh satu sistem komputer dengan sistem lainnya sehingga antara keduanya dapat saling berhububngan. Untuk dapat berkomunikasi. Kedua system harus menggunakan protokol yang sama. PPP (Point To Point Protocol) : Protokol TCP/IP yang memungkinkan hubungan antara host dengan jaringan dan antara router dengan router atau dapat pula digunakan untuk hubungan serial antara 2 system
8. Repeater : Suatu perangkat yang dipasang di titik-titik tertentu dalam jaringan untuk memperbarui sinyal-sinyal yang di transmisikan agar mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang semula, guna memperpanjang jarak yang dapat di tempuh. Ini di perlukan karena sinyal-sinyal mengalami perlemahan dan perubahan bentuk selama transmisi.
9. Router : Suatu perangkat yang berfungsi menghubungkan suatu LAN ke suatu internetworking/WAN dan mengelola penyaluran lalu-lintas data di dalamnya. Routing : Proses dari penentuan sebuah path yang di pakai untuk mengirim data ke tujuan tertentu.
10. Bridge : Bridge adalah peranti yang meneruskan lalu lintas antara segmen jaringan berdasar informasi pada lapisan data link. Segmen ini mempunyai alamat lapisan jaringan yang sama. Setiap jaringan seharusnya hanya mempunyai sebuah bridge utama.
Sumber : sejuta blog
Labels:
Networking,
Technology,
Tugas Kommas
iPhone Bantu Pasien Lumpuh Otak Berkomunikasi
Selama bertahun-tahun, Martin Brooks dan istrinya Sarah Phelan berjuang agar bisa memahami kebutuhan Mia, putri mereka yang menderita kelumpuhan otak sejak lahir. Untuk bisa berkomunikasi dengannya, Brooks dan istrinya meminta Mia menunjuk benda atau kartu bergambar.
Keinginan Brooks untuk bisa lebih mudah berkomunikasi dengan putrinya terkabul setelah dia membeli iPhone tahun lalu. Dia merancang aplikasi iPhone bernama iComm, yang sesuai dengan kebutuhan putrinya yang berusia lima tahun itu.
Dikutip detikINET, Selasa (11/5/2010), iComm memungkinkan Mia yang tidak bisa berjalan, berbicara atau mengendalikan gerakannya sendiri untuk menunjukkan gambar-gambar makanan, mainan, dan tema kegiatan sehari-hari lainnya di layar iPhone menggunakan matanya.
Yang terpenting dari aplikasi ini, Brooks dan istrinya dapat mengunggah foto sendiri sehingga aplikasi iComm dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan Mia.
"Mia menemukan hal menarik dimana dia dapat melihat foto dirinya tengah beraktivitas. Dengan melihat foto teman-teman dan keluarga, Mia merasakan sentuhan rasa cinta yang lebih besar," kata Brooks.
Perangkat lunak ini telah diunduh oleh lebih dari 1.300 pengguna sejak dijual di toko aplikasi Apple Maret silam. Berkat aplikasi ciptaannya itu, Brooks yang tinggal di St Albans, Hertfordshire, dibanjiri pesan dari orang tua di seluruh dunia yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih mereka, karena kehadiran iComm dapat membuat anak-anak yang mengalami hal sama dengan Mia lebih mudah mengungkapkan keinginannnya. (detikinet.com/ humasristek)
Keinginan Brooks untuk bisa lebih mudah berkomunikasi dengan putrinya terkabul setelah dia membeli iPhone tahun lalu. Dia merancang aplikasi iPhone bernama iComm, yang sesuai dengan kebutuhan putrinya yang berusia lima tahun itu.
Dikutip detikINET, Selasa (11/5/2010), iComm memungkinkan Mia yang tidak bisa berjalan, berbicara atau mengendalikan gerakannya sendiri untuk menunjukkan gambar-gambar makanan, mainan, dan tema kegiatan sehari-hari lainnya di layar iPhone menggunakan matanya.
Yang terpenting dari aplikasi ini, Brooks dan istrinya dapat mengunggah foto sendiri sehingga aplikasi iComm dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan Mia.
"Mia menemukan hal menarik dimana dia dapat melihat foto dirinya tengah beraktivitas. Dengan melihat foto teman-teman dan keluarga, Mia merasakan sentuhan rasa cinta yang lebih besar," kata Brooks.
Perangkat lunak ini telah diunduh oleh lebih dari 1.300 pengguna sejak dijual di toko aplikasi Apple Maret silam. Berkat aplikasi ciptaannya itu, Brooks yang tinggal di St Albans, Hertfordshire, dibanjiri pesan dari orang tua di seluruh dunia yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih mereka, karena kehadiran iComm dapat membuat anak-anak yang mengalami hal sama dengan Mia lebih mudah mengungkapkan keinginannnya. (detikinet.com/ humasristek)
Aplikasi Pencari Parkir
Warga Jakarta tentu paham betapa susahnya mencari parkir di Ibukota. Keberadaan teknologi Glogal Positioning System (GPS) yang banyak disematkan pada ponsel pintar tidak didesain untuk mencari parkir.
Namun, janganlah khawatir. Pasalnya, kini telah hadir aplikasi khusus yang didesain untuk membantu mencarikan lahan parkir di tempat Anda berdomisili. Aplikasi itu bernama 'Open Spot'.
Open Spot merupakan aplikasi khusus ponsel Android versi 2.0 yang sengaja dibuat untuk mencari lahan parkir kosong. Aplikasi ini memang tidak secanggih Xaloc, namun bisa membuat Anda tidak menjadi sosok yang emosional lantaran tidak kebagian parkir. Hebatnya, aplikasi ini mengandalkan sumber informasi dari pengguna ponsel Android sendiri. Efektifkah?
Aplikasi ini memang masih percaya dengan keakuratan informasi yang diberikan kolega atau sesama pengguna ponsel android. Namun, jangan anggap remeh dulu, meski proses yang digunakan Open Spot cukup sederhana.
Bila tahu tempat di mana terdapat parkir kosong, Anda cukup menekan tombol khusus untuk menandakan lokasi tersebut. Tombol tersebut secara otomatis terhubungan Google Maps. Bagi pengguna yang sedang mencari hanya perlu melihat kode yang diberi warna merah, oranye, atau kuning. Informasi yang diberikan biasanya maksimal berjarak 1,5 km dari lokasi Anda.
Seperti dikutip Engadget, Selasa (13/7), warna merah diartikan bahwa informasi tentang parkir yang kosong baru saja diunggah. Pada kode oranye, kode itu menandakan informasi tersebut telah dikirim sekitar 5 menit. Sedangkan pada kode kuning, sudah sekitar 10 menit yang lalu. Hal yang perlu diperhatikan, informasi terkait lokasi parkir kosong secara otomatis menghilang usai 20 menit dari waktu unggah.
Kelebihan lain dari aplikasi ini adalah keberadaan sistem poin. Sistem ini terbilang unik. Lantaran bagi siapa saja yang memberikan informasi, akan diganjar poin yang disebut Karma Points. Oleh pengembang, poin-poin ini ditafsirkan sebagai pahala bagi Anda.
Menurut pengembang aplikasi, pahala-pahala tersebut bisa ditukarkan ketika individu yang memberikan informasi meninggal. Singkatnya, seseorang yang memberikan informasi bakalan masuk surga.
Sayangnya, di balik kecanggihan dan keunikannya, baru pengguna Android yang berasal dari Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda yang bisa menikmati aplikasi ini. Bagaimana dengan pengguna di Jakarta? Wah masih harus bersabar lagi. (republika.co.id/ humasristek)
Kentang Rebus Sebagai Tenaga Baterai
Seandainya wilayah pegunungan Dieng belum terlistriki, mungkin masyarakat di sana bisa menerapkan terobosan yang dibuat oleh ilmuwan-ilmuwan di Yissum Research Development Company Ltd., sebuah perusahaan yang berfungsi untuk mengkomersialisasikan teknologi hasil riset Hebrew University di Jerusalem.
Perusahaan tersebut memperkenalkan baterai organik hasil riset para peneliti di Hebrew University yang dibuat dari kentang dan telah mendapatkan perlakuan khusus guna meningkatkan kemampuannya dalam menghubungkan oksidasi dan reduksi dalam sel galvanik atau biasa disebut salt bridge.
Profesor Haim D. Rabinowitch dari Robert H. Smith Faculty of Agriculture, Food and Environment, mahasiswa riset Alex Golberg dari School of Computer Science and Engineering, keduanya dari Hebrew University, bersama dengan Profesor Boris Rubinsky dari University of California di Berkeley, pada dasarnya bermaksud mempelajari proses elektrolitik yang terjadi pada organisme hidup untuk diterapkan pada berbagai aplikasi.
Dalam risetnya mereka mendapati bahwa menggunakan seng dan tembaga yang dipasang pada kentang yang direbus menghasilkan listrik hingga 10 kali lipat dibanding kentang yang tidak direbus. Dari hasil analisa biaya, baterai kentang bisa lima hingga lima puluh kali lebih murah dari baterai komersial 1,5 Volt.
Jika Anda tertarik untuk mencobanya, silakan Anda melakukan sedikit eksperimen dengan berbagai jenis umbi-umbian atau buah-buahan, karena menurut para peneliti tersebut semuanya bisa menghasilkan listrik dengan syarat perlu diberikan perlakuan khusus terlebih dulu agar bisa menghasilkan listrik yang cukup besar. (planethijau.com/ humasristek)
Sumber : ristek.com
Subscribe to:
Posts (Atom)